Tampilkan postingan dengan label MATERI MAKUL PROSES KOMUNIKASI SEMESTER 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI MAKUL PROSES KOMUNIKASI SEMESTER 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

PRINSIP DAN MODEL KOMUNIKASI


PENGANTAR MK PROSES KOMUNIKASI

12 PRINSIP KOMUNIKASI
Prinsip-prinsip komunikasi pada dasarnya merupakan penjabaran lebih jauh dari definisi atau hakikat komunikasi:
1. Komunikasi adalah proses simbolik
2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
3. Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
7. Komunikasi bersifat sistemik
8. Semakin mirip latar belakang sosial-budaya semakin efektiflah komunikasi
9. Komunikasi bersifat nonsekuensial
10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transksional
11. Komunikasi bersifat irreversible
12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah

MODEL-MODEL KOMUNIKASI
1. Model S-R
Model stimulus-respons (S-R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran behaioristik.
(Stimulus - Respons)
2. Model Aristoteles
Model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Ia mengemukakan tiga unsur dasar proses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan
pendengar (listener)
3. Model Lasswell
Model Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Model yang digambarkan dalam pernyataan: “Who ?Says what? To whom? Through what channel? With what effect?”
∗ Model Shannon dan Weaver
Model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan pesan untuk
dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah
pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Saluran (channel) adalah medium yang mengirimkan sinyal (tanda) dari transmitter ke penerima (receiver).
∗ Model Schramm
Menurut Wilbur Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur: sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination). Setiap orang dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder-dekoder. Proses kembali dalam model disebut umpan balik (feedback)

KOMUNIKASI VERBAL
∗ Menurut Larry L. Barker
bahasa memiliki tiga fungsi yaitu penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi objek, tindakan,
atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. Fungsi interaksi,
menekankan berbagai gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain.

FUNGSI KOMUNIKASI VERBAL
∗ Dalam pada itu, agar komunikasi kita berhasil setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:
Untuk mengenal dunia di sekitar kita, berhubungan dengan orang lain, dan untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita

KETERBATASAN BAHASA
∗ Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek
∗ Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual
∗ Kata-kata mengandung bias budaya
∗ Pencampuradukan fakta, penafsiran, dan penilaian

KOMUNIKASI NON-VERBAL
∗ Istilah non-verbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar
kata-kata terucap dan tertulis. Pada saat yang sama kita harus menyadari bahwa banyak peristiwa dan
perilaku non-verbal ini ditafsirkan melalui simbol-simbol verbal. Dalam pengertian ini, peristiwa
dan perilaku nonverbal itu tidak sungguh-sungguh bersifat nonverbal.

KLASIFIKASI PESAN NON-VERBAL
∗ Bahasa Tubuh (isyarat tangan, gerakan kepala, postur tubuh dan posisi kaki, ekspresi wajah dan           tatapan mata)
∗ Sentuhan
∗ Parabahasa (atau vokalika)
∗ Penampilan fisik (busana, karakteristik fisik)
∗ Bau-bauan
∗ Orientasi ruang dan jarak pribadi (ruang pribadi vs ruang publik, posisi duduk dan pengaturan             ruangan)
∗ Konsep waktu
∗ Diam
∗ Warna
∗ Artefak

FUNGSI KOMUNIKASI NON-VERBAL
1. Perilaku non-verbal dapat mengulangi perilaku verbal
2. Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal
3. Perilaku non-verbal dapat menggantikan perilaku verbal
4. Perilaku non-verbal dapat meregulasi perilaku verbal
5. Perilaku non-verbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal

PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL
∗ Pertama, sementara perilaku verbal adalah saluran tunggal, perilaku non-verbal bersifat                       multisaluran
∗ Kedua, pesan verbal terpisah-pisah, sedangkan pesan non-verbal sinambung.
∗ Ketiga, komunikasi non-verbal mengandung lebih banyak muatan emosional daripada komunikasi     verbal

MATERI KOMUNIKASI MASSA


PENGANTAR MATA KULIAH PROSES KOMUNIKASI


DEFINISI KOMUNIKASI MASSA

∗ Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Sebab, awal perkembangannya saja, komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass communications (media komunikasi massa)

∗ Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa , kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan.

∗ Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih muda dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku dan pita kaset. (Josep A. Devito)

“Komunikasi massa adalah sebuah proses di mana pesan-pesan yang diproduksi secara massal/tidak
sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen” 
(Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988))

Ada satu definisi komunikasi massa yang dikemukakan oleh Michael W Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986):
1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern agar memancarkan pesan cepat, luas, dan tersebar.
2. Komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan pesan-pesannya bermaksud mencoba berbagi pengertian meski tidak saling kenal (anonim)
3. Pesan adalah publik. Artinya bahwa pesan ini bisa didapatkan dan diterima oleh banyak orang.
4. Sebagai sumber, komunikator biasanya organisasi formal seperti jaringan, ikatan, atau perkumpulan.
5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper, artinya pesan dikontrol oleh sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disebarkan lewat media massa

CIRI-CIRI KOMUNIKASI MASSA
1. Komunikator dalam komunikasi massa melembaga
2. Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen
3. Pesannya bersifat umum
4. Komunikasinya berlangsung satu arah
5. Komunikasi massa menimbulkan keserempakan
6. Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis
7. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
1. Informasi
2. Hiburan
3. Persuasi
4. Transmisi Budaya
5. Mendorong kohesi sosial
6. Pengawasan
7. Korelasi
8. Pewarisan sosial

ELEMEN KOMUNIKASI MASSA
1. Komunikator
2. Isi
3. Audiences
4. Umpan balik
5. Gangguan
6. Gatekeeper
7. Pengatur
8. Filter

TEORI KOMUNIKASI MASSA
∗ Hypodermic Needle Theory (Teori Jarum Hipodermik)
Antara penerima pesan dengan pesan yang disebarkan oleh pengirim tidak ada perantara alias langsung diterimanya. Dalam literatur komunikasi massa ini sering disebut dengan istilah teori jarum hipodermik (hypodermic needle theory) atau teori peluru (bullet theory).
∗ Cultivation Theory (Teori Kultivasi)
Menurut teori kultivasi ini, televisi menjadi media atau alat utama di mana para penonton televisi itu belajar tentang masyarakat dan kultur dilingkungannya. Dengan kata lain, persepsi apa yang terbangun di benak sangat ditentukan oleh televisi. Ini artinya, melalui kontak dengan televisi, belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilai, serta adat kebiasaannya.
∗ Technological Determinism Theory (Teori Determinisme Teknologi)
Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku, dalam masyarakat.
∗ Diffusion of Innovations Theory (Teori Difusi Inovasi)
Di dalam Teori Difusi Inovasi, dikatakan bahwa komunikator yang mendapatkan pesan dari media
massa sangat kuat untuk mempengaruhi orang-orang. Dengan demikian, ketika ada inovasi (penemuan), lalu disebarkan (difusi) melalui media massa akan kuat mempengaruhi massa untuk mengikutinya. Difusi mengacu pada penyebaran informasi baru inovasi atau proses baru ke dalam masyarakat.
∗ Uses and Gratifications Theory
Teori ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain pengguna media itu adalah pihak yang aktif dalam
proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik dalam
memenuhi kebutuhannya.
∗ Agenda Setting Theory
Menurut teori ini media punya kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat
pada gagasan atau peristiwa tertentu. Media mengatakan pada kita apa yang penting dan apa yang
tidak penting. Media memberikan agenda-agenda lewat pemberitaannya, sedangkan masyarakat akan
mengikutinya.

EFEK KOMUNIKASI MASSA
Efek Primer
Jadi terpaan media massa yang mengenai audience menjadi salah satu bentuk efek primer. Akan lebih bagus jika audience tersebut memperhatikan pesan-pesan media massa.
Efek Sekunder
Menurut John R Bittner (1996), fokus utama efek ini adalah tidak hanya bagaimana media mempengaruhi audience tetapi juga bagaimana audience mereaksi pesan-pesan media yang sampai pada akhirnya. Faktor interaksi yang terjadi antar individu akan ikut mempengaruhi pesan yang diterima.

∗ Komunikasi massa mempunyai efek itu tidak bisa dibantah. Wujud efek bisa berwujud pada tiga hal: efek kognitif (pengetahuan), afektif (emosional dan perasaan), dan behavioural (perubahan pada
perilaku).



KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA


PENGANTAR MATA KULIAH PROSES KOMUNIKASI


DEFINISI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

∗ Andrea L. Rich dan Dennis M. Ogawa dalam buku Larry A. Samovar dan Richard E. Porter Intercultural Communication, A Reader –komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antarsuku bangsa, antaretnik dan ras, antarkelas sosial.

∗ Samovar dan Porter juga mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi di
antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya
berbeda.

∗ Charley H. Dood mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi dan kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta.


PENGERTIAN KOMUNIKASI & BUDAYA

∗ Komunikasi merupakan suatu proses dimana dua orang atau lebih melakukan pertukaran infomasi

∗ Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.


KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

∗ Ada dua konsep utama yang mewarnai komunikasi antarbudaya (Interculture Communication), yaitu Konsep Kebudayaan dan Konsep Komunikasi. Hubungan antara keduanya sangat kompleks. Budaya mempengaruhi komunikasi dan pada gilirannya komunikasi turut menentukan, menciptakan, dan memelihara realitas budaya dari sebuah komunitas/kelompok budaya
(Martin&Thomas, 2007: 92).


HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN BUDAYA

Komunikasi - budaya
• Melalui komunikasi kita membentuk kebudayaan

Budaya - komunikasi
• Kebudayaan menentukan aturan & pola-pola komunikasi


HAKIKAT KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

∗ Kultur
gaya hidup khusus yang terdiri dari nilai, kepercayaan, dan gaya berkomunikasi suatu kelompok yang ditularkan dari generasi ke generasi.

∗ Enkulturasi
transmisi kultur dengan belajar.

∗ Akulturasi
percampuran dua budaya yang berbeda.

∗ subkultur
kelompok kecil dalam kultur yang lebih besar dan dominan

Enkulturasi adalah proses di mana kultur ditransmisikan dari satu generasi ke generasi dengan cara belajar bukan mewarisinya–lewat keluarga, sekolah, pergaulan, dsb.

Sinkretisme adalah suatu proses terjadinya pertemuan dua buah kebudayaan dan tidak menghilangkan jati diri masing-masing. Sinkretisme berbeda dengan akulturasi. Bedanya, sinkretisme tidak menghasilkan kebudayaan baru, tetapi kebudayaan lama mengalami penyesuaian

Akulturasi yakni proses di mana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak langsung dengan kultur lain.

Subkultur adalah kelompok-kelompok kecil yang tinggal dan berinteraksi dalam kultur yang lebih
besar dan dominan.

CONTOH :
Enkulturasi (Pesantren)
Akulturasi Batik Megamendung
Sinkretisme Mesjid Lautze
Subkultur Hijabers


TUJUAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Ada beberapa tujuan dan manfaat yang kita peroleh setelah mempelajari komunikasi antar budaya, yaitu:
1) Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi antar orang yang berbeda        budaya.
2) Mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang muncul dalam komunikasi.
3) Membantu mengatasi masalah komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan budaya.
4) Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi.
5) Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif


HAMBATAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Hambatan- Hambatan dalam Komunikasi Antarbudaya terjadi karena alasan yang bermacam-macam—karena komunikasi mencakup pihak-pihak yang berperan sebagai pengirim dan penerima secara berganti-ganti maka hambatan-hambatan tersebut dapat terjadi dari semua pihak antara lain:

Menurut Barna, 1988 ; Ruben, 1985 dalam (Joseph A. DeVito, 1997 : 488-491) hambatan-hambatan komunikasi antarbudaya dibagi menjadi 5 yaitu :
1. Mengabaikan Perbedaan Antara Anda dan Kelompok yang Secara Kultural Berbeda
2. Mengabaikan perbedaan Antara Kelompok Kultural yang Berbeda
3. Mengabaikan Perbedaan dalam Makna
4. Melanggar Adat Kebiasaan Kultural
5. Menilai Perbedaan Secara Negatif


Fungsi komunikasi antarbudaya

1. Fungsi pribadi
Fungsi pribadi komunikasi antar budaya adalah fungsi-fungsi komunikasi antar budaya yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
Menyatakan Identitas Sosial
Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial.
Menyatakan intergrasi social
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur.
Menambah pengetahuan
Seringkali komunikasi antarbudaya menambah pengetahuan bersama, saling mempelajari kebudayaan masing-masing.

2. Fungsi Sosial
Pengawasan
Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan "perkembangan" tentang lingkungan. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.
Menjembatani
Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Fungsi ini dijalankan pula oleh berbagai
konteks komunikasi termasuk komunikasi massa.
Sosialisasi Nilai
Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.
Menghibur
Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antarbudaya. Misalnya menonton tarian dari kebudayaan lain. Hiburan tersebut termasuk dalam kategori hiburan antarbudaya.